Community Relation atau Hubungan Komunitas
Sebagai Tugas Mata Kuliah Dasar-dasar HUMAS :)
KOMUNITAS : ( STEWART E.PERRY )
komunitas adalah orang yang saling berhubungan
berdasarkan nilai-nilai dan
kepentingan bersama yang
khusus atau interaksi dalam
struktur sosial yang
berdiam pada lokasi yang berbeda
namun didasarkan pad lokalitas tertentu yang sama yang karena kesamaan
lokalitas itu secara tak langsung
membuat mereka mengacu pada
kepentingan dan nilai-nilai yang sama.
KOMUNITAS adalah semua
stakeholder yang dilayani
organisasi.
Komunitas berdasar karaktersitik relasi
1. Komunitas sebagai
pengelompokan lokal yg
didasarkan pd kedekatan &
kadang2 relasi tatap muka
(mis : komunitas lokal,
komunitas pekerja)
2. Komunitas sebagai
kelompok kepentingan (mis :
komunitas penelitian, bisnis,
etnis dsb).
3. Kualitas relasi di
dalamnya dalam bentuk keterikatan
smoral dan emosional (mis :
mengacu pada identitas,
nilai & tujuan bersama dsb)
COMMUNITY RELATIONS ( JEROLD) :peningkatan
partisipasi dan posisi
organisasi di dalam sebuah
komunitas melalui berbagai upaya
untuk kemaslahatan
bersama bagi organisasi &
komunitas
COMMUNITY RELATIONS ( DEMARTINIS) : cara interaksi
dengan berbagai publik yang
saling terkait dengan
operasi organisasi.
adalah program yang dirancang
untuk menjalin hugb
baik antara organisasi dengan
komunitasnya sehingga
tercapai sikap saling pengertian
dan tujuan organisasi.
PENGERTIAN
Menurut Gregory yang dikutip oleh Yosal Irianta dalam
bukunya Community Relations (2004:21),
Community Relation atau hubungan komunitas adalah
hubungan bisnis yang saling menguntungkan
dengan satu atau lebih stakeholders, untuk meningkatkan
reputasi perusahaan menjadi sebuah
perusahaan yang baik bagi masyarakat.
Jerold mendefinisikan Community Relations sebagai
“Peningkatan partisipasi dan posisi organisasi dalam sebuah komunitas melalui
berbagai upaya untuk kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas”
DeMartin menyatakan Community Relations sebagai “cara
berinteraksi dengan berbagai publik yang saling terkait dengan operasi
organisasi”.
Pemahaman Komunitas
(Community)
Dalam kontek PR makna
komunitas itu tidak bersifat tunggal. Menurut Frank Jefkins komunitas
adalah “kelompok orang yang tinggal disekitar wilayah operasi satu organisasi”
atau disebut Jefkins sebagai tetangga (melihat dari aspek lokalitas).
Dengan perkembangan
yang ada saat ini komunitas dapat diartikan bukan sekedar sebagai “kumpulan
orang orang yang tinggal pada lokasi yang sama tapi juga menunjukkan terjadinya
interaksi diantara kumpulan orang tersebut”. artinya komunitas bukan
menunjuk pada lokalitas saja melainkan juga struktur.
Sedangkan De Martin
memberikan pemahaman dari konsep yang diajukan oleh Hallahan, yaitu bahwa
Komunitas adalah semua stakeholder yang dilayani organisasi.
Stewart E Perry, memandang ada 2 makna komunitas yaitu;
Pertama, Komunitas sebagai kategori yang mengacu pada
orang yang saling berhubungan berdasarkan nilai –nilai dan kepentingan bersama
yang khusus.
Kedua, Secara khusus menunjuk pada satu kategori
manusia yang berhubungan satu sama lain karena didasarkan pada lokalitas
tertentu yang sama yang karena kesamaan lokalitas itu secara tak langsung
membuat mereka mengacu pada kepentingan
dan nilai-nilai yang sama.
Hubungan
Organisasi dengan Komunitas
Hubungan antara
organisasi dan komunitas bukanlah sekedar soal bertertangga, hubungan ini lebih
tepat dipandang sebagai wujud tanggung jawab sosial organisasi atau
perusahaan atau dalam istilah populernya saat ini disebut sebagai
Corporate Social Responsibility (CSR).
Dengan tanggung jawab
sosial berarti organisasi dapat dipandang
dari 2 sisi yaitu : Sebagai lembaga bisnis yang mencari keuntungan,
disisi lain dipandang juga sebagai lembaga sosial lantaran memikul beban
tanggung jawab bagi masyarakat.
Godeke menyebutkan ada beberapa faktor yang
mempengaruhi perubahan hubungan antara organisasi dan komunitasnya, antara lain
adalah;
- Globalisasi
- Peningkatan harapan
- Menguatnya masyarakat madani dan sektor
LSM yang makin berdaya.
- Pengaruh meningkatnya gerakan lingkungan
yang menekankan pada transparansi dan keberlanjutan
Pasar untuk tenaga
kerja berbakat , yang bergerak menuju pemberian hukuman bagi perusahaan yang
mengabaikan masalah kemasyarakatan.
Hubungan antara
komunitas dan perusahaan lebih tepat dipandang sebagai relasi yang dikembangkan
untuk membuka ruang bagi terwujudnya tanggungjawab sosial perusahaan. Tanggung
jawab sosial tersebut terus berevolusi sampai menemukan bentuk yang menunjukan
keseimbangan dan kesetaraan posisi antara perusahaan dan komunitas.
Tahap perkembangan tanggung jawab
sosial &
community relations
w1960-1970 : CR dan pemberian sumbangan sebagai
respon atas kebutuhan/tekanan lokal dan manajemen
senior (CEO).
w1980-1990 : CR dengan “model kewarganegaraan
Korporat” yang didasarkan pada isu-isu etis. (mis :
tanggungjawab thd lingkungan, peluang kerja masy
sekitar)
w1999 : CR mengembangkan aliansi strategis yang
terkait erat dengan tujuan organisasi (mis : Dewan
sekolah, komisi pelayanan publik dsb)
Peran Komunitas
bagi Keberhasilan Perusahaan
Perusahaan apapun
perlu menjalin hubungan yang baik dengan komunitasnya sehingga terbentuk sikap
positif komunitas pada perusahaan.
Fakta telah
membuktikan bahwa masyarakat paling tidak suka jika perusahaan tidak
berkomunikasi dengan mereka; bersifat arogan dan tidak memberikan kontribusi
atau manfaat bagi lingkungan sekitar. Masyarakat tidak ingin melihat perusahaan
merugikan karyawan, merusak lingkungan, mengabaikan masalah sosial, dsb.
Padahal, sikap positif
masyarakat akan mempengaruhi sikap karyawan terhadap organisasi dan adanya ras
kebanggaan terhadap perusahaan tempatnya bekerja
Dengan memposisikan
perusahaan sebagai mitra dalam pandangan masyarakat dan masyarakat dipandang
sebagai mitra oleh perusahaan dalam mencapai tujuan masing-masing maka dapat
bermanfaat bagi perusahaan seperti; nama baik, pencapaian tujuan perusahaan dan
moral kerja karyawan.Dalam kemitraan ini, perusahaan juga akan terlibat dalam
permasalahan sosial yang bisa diatasi bersama masyarakat.
Community relations pada dasarnya adalah kegiatan public
relations . Mengingat community relations berhadapan langsung dengan
persoalan-persoalan sosial yang nyata yang dihadapi komunitas sekitar organisasi.
Melalui pendekatan community relations itu, organisasi
bersama-sama dengan komunitas
sekitarnya berusaha untuk mengidentifikasi, mencari solusi
dan melaksanakan rencana tindakan atas
permasalahan yang dihadapi.
Keterlibatan
perusahaan dapat melalui kegiatan yang mencakup:
1. Prakarsa-prakarsa
komersial yang sasarannya adalah kelompok komunitas tertentu yang menjadi
sasaran kepentingan bisnis perusahaan namun memberikan manfaat signifikan dalam
komunitas itu.
2. Investasi ekonomi, termasuk pemberian hadiah,
sumbangan, kesukarelaan perusahaan atau karyawan dan pengembangan ekonomi
masyarakat.
Bentuk kegiatan Community Relations
·
Memberikan bantuan untuk keluarga
berpendapatan rendah
·
Sponsorship
·
memberikan pelatihan keterampilan pd masy
sekitar, pemberian donasi
·
Menunjang kepentingan budaya, pendidikan,
kesehatan,kesejahteraan komunitas, pengembangan ekonomi,pengembangan sosial.
·
Pemberian beasiswa, pengembangan penelitian
lokal/internasional, pengembangan prestasi (mis : nobel/Award) dsb.
·
Membangun kemitraan (patnership) = hubg setara
dan keterlibatan, melalui :
1.
Prakarsa komersial / keterlibatan kerja
2.
Investasi ekonomi (termasuk pemberian
hadiah,sumbangan,pengembangan ekonomi komunitas).
3.
Upaya peningkatan kualitas kerja (mis : komisi
pemantau, monitoring dsb).
Karena kegiatan community relations pada dasarnya adalah
kegiatan public relations , maka program dan kegiatan community relations
organisasi akan melalui tahap-tahap proses public relations yang dikutip oleh
Yosal Irianta dalam Community
Relations (2004:14) sebagai berikut :
1. Pengumpulan Fakta
2. Perumusan Masalah
3. Perencanaan dan Pemrograman
4. Aksi dan Komunikasi
5. Evaluasi
Menjaga hubungan dengan komunitas lokal atau community
relations adalah juga bentuk dari tanggung jawab sosial perusahaan.
CONTOH KEGIATAN
Tekanan dalam
pelaksanaan Community Relations
Berkaitan dengan
fungsi Community relations organisasi ada beberapa tantangan atau tekanan baik internal maupun eksternal menurut
Waddock dan Boyle yaitu:
Tekanan lingkungan
internal datang dari teknologi, restrukturisasi, desentralisasi, keterbatasan
sumber daya, dan tekanan lain yang datang dari karyawan dan komunitasnya.
Tekanan lingkungan
eksternal datang dari : globalisasi, aliansi, kompetisi, dan aturan pemerintah.
MANFAAT
. Menurut Rogovsky yang dikutip oleh Yosal Irianta dalam
Community Relations (2004 : 69) manfaat program community relations adalah :
Manfaat bagi
individu pegawai
1. Belajar metode alternatif dalam berbisnis
2. Menghadapi tantangan pengembangan dan bisa berprestasi
dalam lingkungan baru
3. Mengembangkan keterampilan yang ada dan keterampilan
baru
4. Memperbaiki pengetahuan perusahaan atas komunitas
lokal dan memberi kontribusi bagi
komunitas lokal
5. Mendapatkan persepsi baru atas bisnis
Manfaat bagi organisasi penerima program
1. Mendapatkan keahlian dan keterampilan professional
yang tak dimiliki organisasi atau tak memiliki dana untuk mengadakannya.
2. Mendapatkan keterampilan manajemen yang membawa
pendekatan yang segar dan kreatif dalam memecahkan masalah.
3. Memperoleh pengalaman dari organisasi besar sehingga
melahirkan pengelolaan organisasi seperti menjalankan bisnis.
Manfaat bagi
perusahaan
1. Memperkaya kapabilitas karyawan yang telah
menyelesaikan tugas bekerja bersama komunitas.
2. Peluang untuk menanamkan bantuan praktis pada
komunitas
3. Meningkatkan pengetahuan tentang komunitas lokal.
4. Meningkatkan citra dan profil perusahaan karena para
karyawan menjadi “duta besar” bagi
perusahaan.
Uraian tersebut menunjukkan bahwa
manfaat community relations yang dibangun berdasarkan visi
tanggung jawab sosial korporat itu memang bisa dipetik
kedua belah pihak. Ini sejalan dengan prinsip kemaslahatan bersama yang
dikembangkan melalui
berbagai program dari kegiatan PR.
SUMBER ˸
Effendy, Onong Uchjana. 2002. Hubungan
Masyarakat .
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Irianta, Yosal. 2004. Community Relations.
Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Jefkin, Franks. 1992. Public Relations edisi
keempat,
Alih Bahasa: Haris Munandar, Jakarta:
Erlangga.
Kriyantono, Rachmat. 2008. Public Relations
Writing .
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/public-relation-definisi
http:// muwafikcenter.lecture.ub.ac.id/2014/04/community-relations/
http: //mirave21.wordpress.com/2012/02/21/community-relation/