Selasa, 06 Mei 2014

Community Relation ??



Community Relation atau Hubungan Komunitas

Sebagai Tugas Mata Kuliah Dasar-dasar HUMAS :)
 
KOMUNITAS : ( STEWART E.PERRY )
komunitas adalah orang yang saling berhubungan
berdasarkan nilai-nilai dan kepentingan bersama yang
khusus atau interaksi dalam struktur sosial yang
berdiam pada lokasi yang berbeda namun didasarkan pad lokalitas tertentu yang sama yang karena kesamaan lokalitas itu secara tak langsung
membuat mereka mengacu pada kepentingan dan nilai-nilai yang sama.
KOMUNITAS adalah semua stakeholder yang dilayani
organisasi.
Komunitas berdasar karaktersitik relasi
1. Komunitas sebagai pengelompokan lokal yg
didasarkan pd kedekatan & kadang2 relasi tatap muka
(mis : komunitas lokal, komunitas pekerja)
2. Komunitas sebagai kelompok kepentingan (mis :
komunitas penelitian, bisnis, etnis dsb).
3. Kualitas relasi di dalamnya dalam bentuk keterikatan
smoral dan emosional (mis : mengacu pada identitas,
nilai & tujuan bersama dsb)

COMMUNITY RELATIONS ( JEROLD) :peningkatan
partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah
komunitas melalui berbagai upaya untuk kemaslahatan
bersama bagi organisasi & komunitas
COMMUNITY RELATIONS ( DEMARTINIS) : cara interaksi
dengan berbagai publik yang saling terkait dengan
operasi organisasi.
adalah program yang dirancang untuk menjalin hugb
baik antara organisasi dengan komunitasnya sehingga
tercapai sikap saling pengertian dan tujuan organisasi.

PENGERTIAN
Menurut Gregory yang dikutip oleh Yosal Irianta dalam bukunya Community Relations (2004:21),
Community Relation atau hubungan komunitas adalah hubungan bisnis yang saling menguntungkan
dengan satu atau lebih stakeholders, untuk meningkatkan reputasi perusahaan menjadi sebuah
perusahaan yang baik bagi masyarakat.

Jerold mendefinisikan Community Relations sebagai “Peningkatan partisipasi dan posisi organisasi dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya untuk kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas”
DeMartin menyatakan Community Relations sebagai “cara berinteraksi dengan berbagai publik yang saling terkait dengan operasi organisasi”.

Pemahaman Komunitas (Community)
Dalam kontek PR makna komunitas itu tidak bersifat tunggal. Menurut Frank Jefkins komunitas adalah “kelompok orang yang tinggal disekitar wilayah operasi satu organisasi” atau disebut Jefkins sebagai tetangga (melihat dari aspek lokalitas).
Dengan perkembangan yang ada saat ini komunitas dapat diartikan bukan sekedar sebagai “kumpulan orang orang yang tinggal pada lokasi yang sama tapi juga menunjukkan terjadinya interaksi diantara kumpulan orang tersebut”. artinya komunitas bukan menunjuk pada lokalitas saja melainkan juga struktur.
Sedangkan De Martin memberikan pemahaman dari konsep yang diajukan oleh Hallahan, yaitu bahwa Komunitas adalah semua stakeholder yang dilayani organisasi. 
Stewart E Perry, memandang ada 2 makna komunitas yaitu;
Pertama, Komunitas sebagai kategori yang mengacu pada orang yang saling berhubungan berdasarkan nilai –nilai dan kepentingan bersama yang khusus.
Kedua, Secara khusus menunjuk pada satu kategori manusia yang berhubungan satu sama lain karena didasarkan pada lokalitas tertentu yang sama yang karena kesamaan lokalitas itu secara tak langsung membuat mereka mengacu pada kepentingan  dan nilai-nilai yang sama.
Hubungan Organisasi dengan Komunitas
Hubungan antara organisasi dan komunitas bukanlah sekedar soal bertertangga, hubungan ini lebih tepat dipandang sebagai wujud tanggung jawab sosial organisasi atau perusahaan atau dalam istilah populernya saat ini disebut sebagai Corporate Social Responsibility (CSR).
Dengan tanggung jawab sosial berarti organisasi dapat dipandang  dari 2 sisi yaitu : Sebagai lembaga bisnis yang mencari keuntungan, disisi lain dipandang juga sebagai lembaga sosial lantaran memikul beban tanggung jawab bagi masyarakat.
Godeke menyebutkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan hubungan antara organisasi dan komunitasnya, antara lain adalah;
  1. Globalisasi
  2. Peningkatan harapan
  3. Menguatnya masyarakat madani dan sektor LSM yang makin     berdaya.
  4. Pengaruh meningkatnya gerakan lingkungan yang menekankan pada transparansi dan keberlanjutan
Pasar untuk tenaga kerja berbakat , yang bergerak menuju pemberian hukuman bagi perusahaan yang mengabaikan masalah kemasyarakatan.
Hubungan antara komunitas dan perusahaan lebih tepat dipandang sebagai relasi yang dikembangkan untuk membuka ruang bagi terwujudnya tanggungjawab sosial perusahaan. Tanggung jawab sosial tersebut terus berevolusi sampai menemukan bentuk yang menunjukan keseimbangan dan kesetaraan posisi antara perusahaan dan komunitas.
Tahap perkembangan tanggung jawab sosial &
community relations
w1960-1970 : CR dan pemberian sumbangan sebagai
respon atas kebutuhan/tekanan lokal dan manajemen
senior (CEO).

w1980-1990 : CR dengan “model kewarganegaraan
Korporat” yang didasarkan pada isu-isu etis. (mis :
tanggungjawab thd lingkungan, peluang kerja masy
sekitar)

w1999 : CR mengembangkan aliansi strategis yang
terkait erat dengan tujuan organisasi (mis : Dewan
sekolah, komisi pelayanan publik dsb)
Peran Komunitas bagi Keberhasilan Perusahaan
Perusahaan apapun perlu menjalin hubungan yang baik dengan komunitasnya sehingga terbentuk sikap positif komunitas pada perusahaan.
Fakta telah membuktikan bahwa masyarakat paling tidak suka jika perusahaan tidak berkomunikasi dengan mereka; bersifat arogan dan tidak memberikan kontribusi atau manfaat bagi lingkungan sekitar. Masyarakat tidak ingin melihat perusahaan merugikan karyawan, merusak lingkungan, mengabaikan masalah sosial, dsb.
Padahal, sikap positif masyarakat akan mempengaruhi sikap karyawan terhadap organisasi dan adanya ras kebanggaan terhadap perusahaan tempatnya bekerja
Dengan memposisikan perusahaan sebagai mitra dalam pandangan masyarakat dan masyarakat dipandang sebagai mitra oleh perusahaan dalam mencapai tujuan masing-masing maka dapat bermanfaat bagi perusahaan seperti; nama baik, pencapaian tujuan perusahaan dan moral kerja karyawan.Dalam kemitraan ini, perusahaan juga akan terlibat dalam permasalahan sosial yang bisa diatasi bersama masyarakat.
Community relations pada dasarnya adalah kegiatan public relations . Mengingat community relations berhadapan langsung dengan persoalan-persoalan sosial yang nyata yang dihadapi komunitas sekitar organisasi.
Melalui pendekatan community relations itu, organisasi bersama-sama dengan komunitas
sekitarnya berusaha untuk mengidentifikasi, mencari solusi dan melaksanakan rencana tindakan atas
permasalahan yang dihadapi.
Keterlibatan perusahaan dapat melalui kegiatan yang mencakup:
1. Prakarsa-prakarsa komersial yang sasarannya adalah kelompok komunitas tertentu yang menjadi sasaran kepentingan bisnis perusahaan namun memberikan manfaat signifikan dalam komunitas itu.
2. Investasi ekonomi, termasuk pemberian hadiah, sumbangan, kesukarelaan perusahaan atau karyawan dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Bentuk kegiatan Community Relations
·         Memberikan bantuan untuk keluarga berpendapatan rendah
·         Sponsorship
·          memberikan pelatihan keterampilan pd masy sekitar, pemberian donasi
·         Menunjang kepentingan budaya, pendidikan, kesehatan,kesejahteraan komunitas, pengembangan ekonomi,pengembangan sosial.
·         Pemberian beasiswa, pengembangan penelitian lokal/internasional, pengembangan prestasi (mis : nobel/Award) dsb.
·         Membangun kemitraan (patnership) = hubg setara dan keterlibatan, melalui :
1.        Prakarsa komersial / keterlibatan kerja
2.        Investasi ekonomi (termasuk pemberian hadiah,sumbangan,pengembangan ekonomi komunitas).
3.       Upaya peningkatan kualitas kerja (mis : komisi pemantau, monitoring dsb).

Karena kegiatan community relations pada dasarnya adalah kegiatan public relations , maka program dan kegiatan community relations organisasi akan melalui tahap-tahap proses public relations yang dikutip oleh Yosal Irianta dalam Community
Relations (2004:14) sebagai berikut :
1. Pengumpulan Fakta
2. Perumusan Masalah
3. Perencanaan dan Pemrograman
4. Aksi dan Komunikasi
5. Evaluasi
Menjaga hubungan dengan komunitas lokal atau community relations adalah juga bentuk dari tanggung jawab sosial perusahaan.

CONTOH KEGIATAN 
 
  


Tekanan dalam pelaksanaan Community Relations
Berkaitan dengan fungsi Community relations organisasi ada beberapa tantangan atau tekanan  baik internal maupun eksternal menurut Waddock dan Boyle yaitu:
Tekanan lingkungan internal datang dari teknologi, restrukturisasi, desentralisasi, keterbatasan sumber daya, dan tekanan lain yang datang dari karyawan dan komunitasnya.
Tekanan lingkungan eksternal datang dari : globalisasi, aliansi, kompetisi, dan aturan pemerintah.
MANFAAT
. Menurut Rogovsky yang dikutip oleh Yosal Irianta dalam Community Relations (2004 : 69) manfaat program community relations adalah :
Manfaat bagi individu pegawai
1. Belajar metode alternatif dalam berbisnis
2. Menghadapi tantangan pengembangan dan bisa berprestasi dalam lingkungan baru
3. Mengembangkan keterampilan yang ada dan keterampilan baru
4. Memperbaiki pengetahuan perusahaan atas komunitas lokal dan memberi kontribusi bagi
    komunitas lokal
5. Mendapatkan persepsi baru atas bisnis
 Manfaat bagi organisasi penerima program
1. Mendapatkan keahlian dan keterampilan professional yang tak dimiliki organisasi atau tak memiliki dana untuk mengadakannya.
2. Mendapatkan keterampilan manajemen yang membawa pendekatan yang segar dan kreatif dalam memecahkan masalah.
3. Memperoleh pengalaman dari organisasi besar sehingga melahirkan pengelolaan organisasi seperti menjalankan bisnis.
Manfaat bagi perusahaan
1. Memperkaya kapabilitas karyawan yang telah menyelesaikan tugas bekerja bersama komunitas.
2. Peluang untuk menanamkan bantuan praktis pada komunitas
3. Meningkatkan pengetahuan tentang komunitas lokal.
4. Meningkatkan citra dan profil perusahaan karena para karyawan menjadi duta besar bagi perusahaan.
Uraian tersebut menunjukkan bahwa manfaat community relations yang dibangun berdasarkan visi
tanggung jawab sosial korporat itu memang bisa dipetik kedua belah pihak. Ini sejalan dengan prinsip kemaslahatan bersama yang dikembangkan melalui
berbagai program dari kegiatan PR.

SUMBER ˸

Effendy, Onong Uchjana. 2002. Hubungan Masyarakat .
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Irianta, Yosal. 2004. Community Relations. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Jefkin, Franks. 1992. Public Relations edisi keempat,
Alih Bahasa: Haris Munandar, Jakarta: Erlangga.
Kriyantono, Rachmat. 2008. Public Relations Writing .
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/public-relation-definisi
http:// muwafikcenter.lecture.ub.ac.id/2014/04/community-relations/
http: //mirave21.wordpress.com/2012/02/21/community-relation/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar